
Kab. Semarang – Pondok Pesantren Darul Amanah menggelar Upacara Ulang Janji dalam rangka HUT Pramuka ke-64 sekaligus menutup Perkemahan Santri Khutbatul Iftitah (PERSAKU) ke-4 secara khidmat dan meriah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/08/25) di Lapangan Madinah, yang menjadi pusat acara tahunan.
Letnan Kolonel CPL Mujiyoto bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau memimpin pembacaan Trisatya secara bersama-sama dan, sebagai bentuk motivasi, menyampaikan semangat juang Pramuka kepada seluruh peserta.
“Seluruh Andika Pramuka harus tetap semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Trisatya dan Dasadarma. Nilai-nilai tersebut, pada kenyataannya, tidak hanya berlaku saat upacara atau perkemahan, tetapi juga harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, tanggung jawab, cinta tanah air, dan semangat tolong-menolong, dengan kata lain, harus benar-benar berwujud. Pramuka bukan sekadar seragam atau kegiatan, melainkan juga jati diri generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan siap membangun bangsa.”
Seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono turut hadir dalam upacara ini. Pimpinan pesantren, Yayasan Darul Amanah Bedono, dewan guru, tokoh masyarakat, dan seluruh santri, secara keseluruhan, menyemarakkan suasana dengan penuh antusias.
Upacara berlangsung dengan khidmat. Para peserta, di sisi lain, memanfaatkan momen ini untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menumbuhkan jiwa kepramukaan. Antusiasme dan semangat para santri, sepanjang kegiatan, tampak sangat tinggi.
Acara kemudian di lanjutkan dengan final pentas seni antar peserta perkemahan. Penampilan para santri berhasil memukau seluruh tamu undangan. Lomba adu yel-yel antar regu juga terlaksana, yang pada gilirannya, menampilkan kreativitas dan kekompakan luar biasa. Dewan juri pun menilai dengan seksama.
Rangkaian kegiatan ini, berkat persiapan yang matang, berjalan lancar. Panitia mendapat dukungan penuh dari pimpinan pesantren dan yayasan. Semangat Pramuka ditanamkan melalui berbagai kegiatan edukatif yang menarik dan bermakna.
Kegiatan ini, pada akhirnya, tidak hanya menutup perkemahan dengan semarak, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Nilai-nilai kepramukaan diharapkan terus tumbuh dan membentuk karakter para santri untuk masa depan yang lebih baik.