Kab. Semarang- Darul Amanah Bedono Taekwondo Academy Raih prestasi di ajang bergengsi Rawa Pening Taekwondo Championship 2025. Kegiatan ini sukses digelar pada Sabtu-Ahad (6–7/09/2025) di bukit Cinta Rawa Pening Ambarawa. Turnamen ini diselenggarakan oleh Disporapar Provinsi Jawa Tengah bersama Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah dengan mengangkat tema “Sportifitas Kompetisi dalam Pesona Wisata Jawa Tengah”.
Kejuaraan yang melibatkan lebih dari 1.500 atlet dari berbagai klub se-Jawa dan Bali ini berlangsung meriah. Peserta hadir dari beberapa Kabupaten dan kota di jawa dan bali. Karena itu, kompetisi menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus media mempererat persaudaraan antar-atlet.
Dalam kesempatan tersebut, Darul Amanah Bedono Taekwondo Academy (D’Beta) ikut berpartisipasi dengan mengirimkan lima atlet terbaik. Dua atlet turun di kategori Poomsae, sedangkan tiga atlet berlaga di kategori Kyourugi. Melalui semangat juang tinggi, mereka tampil penuh percaya diri sepanjang kejuaraan.
Hasilnya pun sangat membanggakan. Pada hari pertama, M Hilmy Iqbal Rifqy menyumbang emas di Poomsae putra, sedangkan Aurellia Felita Setia Sari meraih perak di Poomsae putri. Sementara itu, Rafka Hugo Alfarezel menambah emas dari Kyourugi, lalu Desinta Rosa Saputri mempersembahkan emas dan perak di kategori ini.
Kemudian, perjuangan berlanjut hingga hari kedua. Ibrahim Syami Putra Andhika tampil gemilang dan berhasil menambah satu emas lagi. Dengan demikian, total enam medali berhasil dibawa pulang, yaitu empat emas dan dua perak.
Ustadz Amirul Mukminin selaku Pembina D’Beta Menyampaikan pesan dan kesannya.
“Saya sangat bangga dengan kerja keras dan semangat para atlet. Mereka telah menunjukkan bahwa latihan yang konsisten akan membawa hasil terbaik. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan akademi, tetapi juga kebanggaan Darul Amanah secara keseluruhan.” Ujar beliau.
Melalui torehan ini, D’Beta Darul Amanah Bedono menunjukkan konsistensi dalam melahirkan atlet berprestasi. Selain mengharumkan nama lembaga, para atlet juga menjadi inspirasi bagi santri lain untuk terus berlatih dengan penuh dedikasi.
]]>
Kab. Semarang- Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PGTPQ dan LKD, Darul Amanah Bedono menerjunkan santri akhir kelas 6 TMI langsung di TPQ sekitar pesantren. Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Terhitung mulai Kamis (8/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025). kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi para calon guru.
Santri akhir Kelas 6 TMI sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terjun langsung di TPQ untuk mempraktikkan langsung materi yang mereka dapatkan saat pelatihan. Mulai manajemen pengelolaan TPQ serta teknik dan metode pengajaran Al-Qur’an yang menarik. Outcamnya, santri kelas 6 dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di Darul Amanah Bedono.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Amanah, Ustadz Fina Ni’amul Mahbub, M.Pd., menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini.
“Kami berharap melalui kegiatan PGTPQ dan praktik langsung di TPQ ini, para santri akhir dapat memiliki bekal yang cukup untuk menjadi pengelola dan pengajar TPQ yang profesional dan berdedikasi,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Ustaz Fina Ni’amul Mahbub menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam membentuk kompetensi seorang guru.
“Teori saja tidak cukup. Dengan terjun langsung ke lapangan, para santri akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika pengelolaan TPQ dan tantangan dalam proses belajar mengajar.” imbuhnya.
Para santri kelas 6 terlihat bersemangat dalam menjalankan tugasnya dalam berkhidmah. Mereka aktif berinteraksi dengan para pengelola dan pengajar TPQ, serta berupaya menerapkan metode pengajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi para santri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono.
Praktik pengamalan lapangan ini sebagai upaya untuk mencetak alumni yang berkualitas dan siap mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat. harapannya, pengalaman berharga ini akan menjadi bekal penting bagi para santri dalam mengarungi dunia pendidikan di masa depan.
]]>
penulis : Fina Ni’amul Mahbub, M.Pd
Kab.Semarang – Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono menggelar kegiatan PGTPQ (Pelatihan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk santri akhir kelas 6 TMI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (6/5/25) di Gedung Brilian.
Kegiatan PGTPQ dan LDK ini bertujuan untuk membekali santri Akhir Kelas 6 TMI. materi dalam pelatihan ini adalah seputar kepemimpinan dan teknisi dalam mengajar di lembaga pendidikan islam Khususnya TPQ.
Turut hadir Kepala Madrasah ‘Aliyah, Pimpinan Pondok Pesantren dan segenap dewan guru Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono.
Pimpinan Pesantren Darul Amanah Bedono, Kyai Ahmad Mustafidin membuka kegiatan PGTPQ dan LDK ini. Beliau menyambut dengan hangat antusiasme peserta dan menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk karakter dan kepemimpinan santri.
“pelatihan ini sangat penting untuk membekali anda sekalian. Karena dalam pelatihan ini mengajarkan bagaimana menjadi Guru TPQ, menjadi pengelola Lembaga pendidikan Islam dan juga memipin sebuah organisasi. Tentunya tidak meninggalkan nilai-nilai pesantren. Momen ini menjadi penting. karena anda semua sekarang di kelas akhir dan sebentar lagi bakal terjun langsung ke masyarakat. ” ujar Kyai Ahmad Mustafidin.
Peserta sangat antusias menyambut kegiatan PGTPQ dan LDK ini. Dinda Malita Erviana, salah satu peserta, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena setelah lulus saya ingin mengamalkan ilmu saya dan menjadi pemimpin yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dinda.
Melalui kegiatan ini, bisa menjadi bekal bagi santri akhir kelas 6 TMI untuk dapat menjadi pengajar, sekaligus pengelola lembaga pendidikan di masyarakat.
Lebih dari itu, Kepala Madrasah memberikan pandangannya bawha Alumni MA Darul Amanah bedono bisa berkiprah dan membawa manfaat bagi agama Nusa dan Bangsa.
]]>
Bedono,Jambu,Kab.Semarang –Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono mengadendakan kegiatan Outing Class Wisata Air pada, Senin (5/5/2025). Berlokasikan di Kali Odo dan Muncul Kecamatan Tuntang Kota Salatiga.
Sejumlah 172 santri, dan 25 Pembimbing mengikuti legiatan ini, agenda ini menjadi salah satu progam kegiatan rutinan Ponpes Darul Amanah Bedono.
Kegiatan outing class ini dibagi berdasarkan kelompok putra dan putri. Santri putri mengikuti kegiatan di Wisata Kolam Renang Muncul, yang terkenal dengan suasana alami dan kolam air jernihnya. Sementara itu, santri putra berkunjung ke Kali Odo di Gedangan, Kota Salatiga. Kali Odo merupakan sebuah lokasi wisata air yang menawarkan aliran sungai alami serta lingkungan yang tenang dan menyegarkan.
Dalam kegiatan tersebut, para santri menikmati permainan air, hingga waktu santai bersama di alam terbuka. Asatidz Darul Amanah Bedono turut mendampingi langsung dan memeriahkan suasana.

Ustadz Ahmad Riski, selaku panitia penyelenggara kegiatan outing class ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran fisik dan mental bagi para santri, sekaligus sebagai media relaksasi yang tetap dalam koridor nilai-nilai pesantren.
Outingclass ini merupakan bentuk perhatian pondok terhadap kebutuhan psikologis santri. Setelah melalui rutinitas yang padat, mereka juga butuh ruang untuk me-refresh pikiran. Dengan outingclass ini, kami ingin menumbuhkan semangat belajar yang baru dan membentuk kedekatan yang lebih kuat di antara mereka,” ujar ustadz Ahmad Rizki
Salah satu santri kelas 1 MTs, M. Hilmy Iqbal Rifki, juga turut membagikan kesan positifnya mengikuti kegiatan ini.
Saya senang banget bisa ikut outingclass. Rasanya beda dari biasanya. Di sini bisa main air, bisa ketawa bareng teman-teman, dan rasanya lebih semangat lagi buat belajar setelah ini, Ujar Hilmy
Kegiatan outing class seperti ini juga menunjukkan pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan menyenangkan. Dengan kegiatan ini santri tidak hanya ditempa secara keilmuan, tetapi juga diberikan ruang untuk tumbuh secara sosial dan emosional.
Dengan demikian upaya mengimplementasikan visi Pondok Pesantren Darul Amanah dalam menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan berimbang antara pendidikan ruhani, jasmani, dan intelektual, bisa terealisasikan.
]]>
Kab.Semarang-Sebagai bentuk Inovasi Madrasah dalam pelaksanaan ujian Akhir, MA Darul Amanah Bedono menyelenggarakan Ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) . Ujian ini menjadi khusus bagi seluruh santri akhir kelas 6 TMI sebagai syarat kelulusan. Dilaksanakan pada Rabu(30/04/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya ilmiah yang kuat di lingkungan Madrasah yang berbasis pesantren modern. Selain itu, pengadaan ujian KTI ini sebagai salah satu syarat kelulusan pada Santri akhir kelas 6 TMI.
Ujian tidak hanya menjadi syarat formal untuk sebuah kelulusan. Lebih dari itu, terlaksananya ujian KTI yaitu sebagai wadah aktualisasi diri santri dalam menuangkan gagasan, hasil pengamatan, dan pemikiran kritis dalam bentuk karya ilmiah. Para santri Kelas 6 wajib menyusun Jurnal yang sesuai dengan kriteria. Selama karantina, Mereka mendapatkan bimbingan oleh 2 guru pembimbing sesuai bidang masing-masing.
Kepala MA Darul Amanah Bedono, Al Ustadz Fina Ni’amul Mahbub, M. Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan KTI ini merupakan bagian dari visi besar madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam literasi dan riset.
“Kita ingin membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga mampu berkontribusi secara intelektual di tengah masyarakat,” ujarnya.
Topik-topik dalam karya ilmiah para santri pun cukup beragam. Terlihat mulai dari kajian teknologi, pendidikan karakter, psikologi remaja, Sains, hingga problematika sosial di era digital menjadi bahan pembahasan. Hal ini menunjukkan kepedulian santri terhadap isu-isu aktual serta kemampuan mereka dalam melakukan analisis secara sistematis.
Proses ujian karya tulis ilmiah ini bebentuk presentasi dan sidang terbuka. Hal ini tampak terlihat, dimana santri memaparkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji. Para guru penguji menilai tidak hanya pada isi tulisan, tetapi juga kemampuan komunikasi, argumentasi, dan penguasaan materi. Beberapa guru pembimbing turut hadir untuk menyaksikan Sidang KTI ini
Selain meningkatkan kualitas akademik, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk mental percaya diri dan kedisiplinan ilmiah di kalangan santri Akhir TMI. MA Darul Amanah Bedono berharap melalui program ini, santri terbiasa berpikir kritis dan mampu menyusun solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, MA Darul Amanah Bedono berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini.
Dengan langkah ini, MA Darul Amanah Bedono semakin menegaskan posisinya sebagai madrasah modern yang menggabungkan tradisi pesantren dengan pendidikan yang berorientasi pada riset penelitian. Sebuah upaya dalam mencetak santri yang siap menjadi intelektual muslim, pendidik, dan pemimpin masa depan yang berwawasan luas dan berakhlak mulia.
]]>
PENULIS : Fina Ni’amul Mahbub, M.Pd
Madrasah ‘Aliyah Darul Amanah Bedono mengukir sejarah baru dengan melaksanakan Amaliyah Tadris atau Microteaching perdana. Adany a Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian ujian praktik santri akhir kelas 6 TMI. Berlangsung pada Senin s.d kamis (20-24/01/2025) di kelas-kelas yang sudah di bagi oleh kurikulum madrasah.
Kegiatan amaliyah tadris ini bertujuan untuk mengasah keterampilan mengajar santri kelas 6 TMI yang akan segera menamatkan pendidikan mereka di MA Darul Amanah Bedono. Program ini tidak hanya menguji kemampuan siswa dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk mereka menjadi individu yang percaya diri, terampil dalam komunikasi, dan mampu mengelola kelas dengan baik.
Kepala Madrasah ‘Aliyah Darul Amanah, Al Ustadz Fina Niamul Mahbub, M.Pd., dalam pembukaannya menyampaikan
“kegiatan ‘Amaliyah Tadris ini kita programkan sebagai implementasi dari kurikulum TMI Madrasah yang juga terintgrasi dengan pesantren. Sesuai dengan kepanjangannya yaitu Tarbiyyatul Mu’alimin Wal Mu’alimats Al Islamiyyah. Maka besar harapan kami lulusan MA Darul Amanah Bedono dimanapun berada bisa menjadi Mu’alimin Wal Mu’alimats yang berakhlak, handal, dan professional.”
Dalam pelaksanaannya setiap Santri 6 TMI berkesempatan untuk memilih mapel yang sesuai dengan passionnya masing-masing. Mereka di damping oleh guru pamong dalam persiapanya. Santri kelas 6 TMI menyiapkan sebuah I’dadut Tadris (Modul Ajar) sesuai mata pelajaran yang mereka pilih.
Mereka berkesempatan mengajar selama 40 menit untuk menyampaikan materi di depan kelas sesuai jadwal. Rekan seangkatan mereka turut serta mendampingi dan menilai proses mengajarnya. Turut hadir juga 2 guru pamong sebagai penilai utama.
Aspek penilaian mencakup:
Salah satu guru pamong, Al Ustadz Zaki Ambari Utama, S.Pd menuturkan bahwa kegiatan ini menunjukkan banyak potensi santri kelas 6 TMI yang selama ini mungkin belum terlihat di ruang kelas biasa.
“Ada siswa yang awalnya kami pikir pemalu, ternyata mampu tampil percaya diri dan memberikan penjelasan yang sangat baik. Kami juga melihat kreativitas mereka dalam memanfaatkan media pembelajaran,” ujar beliau.
Bagi para santri Kelas 6 TMI, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan sekaligus memberi kesempatan untuk belajar lebih banyak. Dinda Malita Erviana, salah satu peserta, berbagi pengalamannya.
“Saya awalnya merasa gugup karena ini adalah pengalaman pertama saya mengajar di depan kelas, apalagi dinilai oleh guru pamong dan rekan rekan kelas 6. Tapi dengan persiapan yang matang, saya bisa menjalani ini dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Sementara itu, Anisa Kholifatul Sholihah, peserta lainnya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mengevaluasi diri.
“Saya belajar banyak dari masukan para guru, terutama tentang cara menjelaskan materi yang lebih efektif dan menarik perhatian siswa,” tuturnya.
Pelaksanaan Amaliyah Tadris perdana ini mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Mulai dari para guru , pihak madrasah dan seluruh steakholder yang ada di Darul Amanah Bedono.
Amaliyah Tadris ini ditutup dengan evaluasi dan refleksi bersama, di mana para guru pamong memberikan umpan balik secara langsung kepada para peserta. Momen ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan langkah selanjutnya menuju ujian kelulusan.
Sebagai program perdana, amaliyah tadris ini dianggap sukses dan menjadi inspirasi untuk pelaksanaan di masa mendatang. Dengan kegiatan ini, TMI Madrasah ‘Aliyah Darul Amanah Bedono berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa pendidik yang kompeten dan berakhlak mulia.
]]>
juara 1 Volly Ball Cup Se-Kabupaten Semarang
Kab.Semarang– Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono menggelar turnamen bergengsi “Volley Ball Cup Se-Kabupaten Semarang” pada Minggu (24/11/2024). Acara ini berlangsung di dua lokasi, yaitu lapangan Madinah dan lapangan Joglo, dengan melibatkan delapan tim terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.
Turnamen volley ini terselenggara berkat kerja sama antara Ponpes Darul Amanah dan komunitas volley Buser Kids Volly Community. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-pemain voli serta memupuk semangat sportivitas di kalangan generasi muda.
Delapan tim tur volley ball yang berlaga adalah:Simpatig, M Gelaran, Mutiara Serasi, BBC Ungaran, Modas, Bintang Muda, SJ Putra, Mutiara Gelora
Setelah melalui pertandingan yang penuh semangat dan sportif, berikut hasil akhir turnamen:
Raihan Hisyam, selaku ketua panitia penyelenggara memberikan kesan yang luar biasa dalam kegiatan ini. Panitia juga mengapresiasi seluruh peserta atas partisipasi mereka yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama turnamen volley ball berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama para peserta, pelatih, dan seluruh panitia yang terlibat. Kami berharap turnamen ini dapat menjadi ajang rutin untuk melahirkan bakat-bakat voli yang berprestasi di Kabupaten Semarang,” ujar Ketua Panitia.
Antusiasme para peserta dan penonton di turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga voli semakin diminati di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan keberhasilan acara ini, Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga di tingkat lokal maupun nasional.
]]>
Kabupaten Semarang- Sebuah momen penuh semangat dan kebanggaan mewarnai pelepasan kontingen penggalang MTs Darul Amanah Bedono yang akan berangkat menuju Kemah Pramuka Nasional (KMPN) di Cibubur (17-22 November 2024)
pelepasan di laksanakan di Masjid Annur Darul Amanah Bedono, sabtu (16/11) oleh kepala kantor Kemenag Kab. Semarang, Bp H Ta’yinul Biri Bagus Nugroho,S.Sos.I, M.Pd.I.
Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag kab. Semarang, (H. Mochammad Solichin, S.Ag., M.S.I.), ketua pokjawasmad Kab.Semarang (Drs. H Idi Joko Sudono,M.S.I.) , Ketua Yayasan Darul Amanah Bedono, Pimpinan Pesantren Darul Amanah Bedono, Kepala Madrasah Tsanawiyyah Darul Amanah Bedono dan seluruh santri Darul Amanah Bedono
Kebanggaan yang luar biasa di sampaikan oleh Kepala Madrasah, Agung Okta Fianto, S.Kom. dalam sambutannya.
“Sebagai salah satu madrasah yang tergolong baru, kami sangat bangga, dan berterima kasih kepada kemenag. Sebab sudah mendapatkan amanah yang luar biasa, mewakili Kab. Semarang, dan juga Jawa Tengah di tingkat Nasional” ujar Pak Agung.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang mengapresiasi semangat kontingen penggalang Darul Amanah Bedono. Atas kerja keras peserta dan pembina yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan nasional ini.
“Saya sangat bangga dengan Kalian. walaupun madrasahnya masih kecil dan di pojok dusun, tapi dari sekian banyak madrasah hanya MTs Darul Amanah Bedono yang terpilih mewakili Kab. Semarang. Selain itu, dari hasil seleksi pentas budaya di Provinsi hanya Mts Darul Amanah Bedono yang terpilih mewakili Jawa Tengah untuk pentas di Nasional. Hal tersebut tidak lain adalah hasil kerja keras adik-adik dan para Pembina yang luar biasa.” ujar beliau.
Kontingen penggalang MTs Darul Amanah yang berjumlah 8 putra dan 8 putri telah mempersiapkan mental dan berbagai materi keterampilan sejak beberapa minggu terakhir. Para peserta di harapkan dapat menampilkan performa terbaik mereka dalam berbagai kegiatan, mulai dari keterampilan pramuka, games, hingga kompetisi seni dan budaya.
Setelah acara pelepasan selesai, di tutup dengan Do’a dan Foto Bersama kontingen Darul Amanah Bedono di dampingi Kepala Kantor Kemenag kab. Semarang, pengawas Madrasah Tsanawiyah kab. Semarang, ketua yayasan, pimpinan pesantren, dan kepala madrasah Tsanawiyah Darul Amanah Bedono.
Harapannya dengan adanya pelepasan ini, kontingen Darul Amanah Bedono bisa selamat sampai tujuan dan mampu mencetak prestasi di kancah Nasional.
]]>
Kab.Semarang – Selasa (08/10/2024) Pondok Pesantren Darul Amanah di Bedono terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan santrinya. Tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga dalam keterampilan non-akademik. Salah satu program unggulan yang rutin di laksanakan setiap pekan adalah kegiatan Ruang Retorika yang sering kita sebut Muhadhoroh. Ekstrakurikuler ini bertujuan untuk melatih para santri dalam seni berbicara di depan umum. Hal tersebut juga dapat memperkuat mentalitas dan rasa percaya diri mereka.
Muhadhoroh merupakan salah satu kegiatan penting di Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono yang d iikuti oleh seluruh santri. Setiap minggunya, santri secara bergantian mendapat kesempatan untuk tampil di hadapan teman-teman mereka dan di dampingi oleh para murokib. Dalam kegiatan ini, santri di ajarkan menyampaikan pidato, ceramah, atau berorasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sekaligus mengasah keterampilan retorika mereka.
Menurut Ustadz Faiq Al Faruq salah satu pembimbing kegiatan Muhadhoroh, program ini bukan hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga menumbuhkan mentalitas santri yang kuat.
“Di era modern ini, santri perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, baik untuk berdakwah maupun untuk kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini di rancang untuk menyiapkan santri menghadapi tantangan masa depan. Dalam menghadapinya tentunya dengan bekal pengetahuan agama dan kemampuan berbicara yang mumpuni,” ujarnya.
Tidak hanya bermanfaat untuk santri yang tampil( mutakallim), Muhadhoroh juga memberikan pelajaran bagi santri yang menjadi pendengar. Mereka belajar untuk menghargai pendapat orang lain, memahami cara penyampaian pesan yang baik. Selain itu santri juga mendapatkan inspirasi dari berbagai materi yang disampaikan.
Santri-santri yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam Muhadhoroh akan mendapatkan penghargaan dari Haiati isyrofil lughoh yaitu divisi yang menaungi kegiatan ini. Hal ini di maksud untuk mendorong mereka untuk terus meningkatkan kemampuan. Kegiatan ini juga di nilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian santri dalam berbicara di depan publik.
melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darul Amanah semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya paham agama. akan tetapi melalui kegiatan ini santri juga mampu berkontribusi di masyarakat dengan kemampuan komunikasi yang baik.
]]>Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) merupakan Kegiatan yang bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi kemampuan para taekwondoin untuk naik ke tingkat sabuk selanjutnya.
Dalam kegiatan UKT kali ini terdapat beberapa ujian yang di lakukan oleh para atlet. Seperti halnya pukulan, tangkisan, tendangan, poomsae (rangkaian gerakan dalam taekwondo), dan kyorugi (figth / sparring)
” Alhamdulillah kami sebagai wali santri sangat puas melihat penampilan santri-santri Ponpes Darul Amanah Bedono, pada pagelaran Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) kali ini” Ujar wali santri.
Sabeumnim Dhani, salah satu Pengurus Cabang Tae Kwon Do Kabupaten Semarang juga sempat menyampaikan bahwa bergabungnya Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono, menjadi sebuah keunikan dan keunggulan tersendiri. Pasalnya, hal tersebut menunjujjan bahwa santri tidak hanya melulu soal mengaji, tapi mereka juga mampu bersaing dalam prestasi. Termasuk dalam bidang Seni Beladiri.
Harapannya adanya kegiatan Tae Kwon Do ini, dapat meningkatkan kemampuan santri dalam mengembangkan Ilmunya.
]]>