Bedono – Semangat pramuka membara di Lapangan Madinah Pondok Pesantren Darul Amanah, Selasa (12/8/2025). Ratusan andika pramuka dan jajaran pembina hadir mengikuti apel pembukaan Perkemahan Santri Khutbatul Iftitah (PERSAKU) ke-4 dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh energi kebersamaan.
Apel pembukaan kali ini diikuti seluruh anggota pramuka dari berbagai tingkatan, mulai penggalang hingga penegak. Kehadiran jajaran pembina menambah khidmat suasana, sekaligus memberikan teladan disiplin bagi seluruh peserta.
Kak Fina Ni’amul Mahbub, M.Pd, Sebagai Inspektur Upacara, dengan suara lantang, beliau membuka acara dan menyampaikan pesan motivasi. Ia menegaskan bahwa pramuka bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah pembentukan karakter, keterampilan, dan kepemimpinan. Kak Fina juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan PERSAKU sebagai ajang memperkuat persaudaraan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
“Andika-andika pramuka yang kakak banggakan, melalui event ini kalian semua akan belajar mengenai rasa tanggung, kebersamaan, solidaritas yang harus kalian bentuk. Dan harapanya seteleh event ini kita bisa mengetahui seluruh potensi dan skill pramuka yang kalian miliki.” Ujar kak Fina
Suasana lapangan terasa hidup. Barisan andika pramuka berdiri tegak, mengikuti setiap tahapan apel dengan penuh konsentrasi. Sorak yel-yel khas pramuka terdengar di beberapa titik, membangkitkan semangat seluruh peserta. Para pembina terlihat aktif mengarahkan barisan, memastikan semua rangkaian berjalan lancar dan tertib.
Usai apel, kegiatan berlanjut dengan pembinaan. Para pembina membagi peserta dalam kelompok untuk mengikuti materi persiapan lomba. Materi mencakup teknik baris-berbaris, tali-temali, pioneering, hingga pengetahuan umum pramuka.
Selain persiapan lomba, pembinaan ini menjadi sarana membangun rasa percaya diri peserta. Para pembina mendorong setiap anggota untuk berani tampil, menyampaikan pendapat, dan memimpin kelompok. Dengan cara ini, santri tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Melalui PERSAKU, Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi tangguh, terampil, dan berakhlak mulia. Semangat pramuka yang tertanam di lapangan diharapkan akan terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari para santri.
]]>
Kab. Semarang- Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PGTPQ dan LKD, Darul Amanah Bedono menerjunkan santri akhir kelas 6 TMI langsung di TPQ sekitar pesantren. Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Terhitung mulai Kamis (8/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025). kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi para calon guru.
Santri akhir Kelas 6 TMI sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terjun langsung di TPQ untuk mempraktikkan langsung materi yang mereka dapatkan saat pelatihan. Mulai manajemen pengelolaan TPQ serta teknik dan metode pengajaran Al-Qur’an yang menarik. Outcamnya, santri kelas 6 dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di Darul Amanah Bedono.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Amanah, Ustadz Fina Ni’amul Mahbub, M.Pd., menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini.
“Kami berharap melalui kegiatan PGTPQ dan praktik langsung di TPQ ini, para santri akhir dapat memiliki bekal yang cukup untuk menjadi pengelola dan pengajar TPQ yang profesional dan berdedikasi,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Ustaz Fina Ni’amul Mahbub menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam membentuk kompetensi seorang guru.
“Teori saja tidak cukup. Dengan terjun langsung ke lapangan, para santri akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika pengelolaan TPQ dan tantangan dalam proses belajar mengajar.” imbuhnya.
Para santri kelas 6 terlihat bersemangat dalam menjalankan tugasnya dalam berkhidmah. Mereka aktif berinteraksi dengan para pengelola dan pengajar TPQ, serta berupaya menerapkan metode pengajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi para santri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono.
Praktik pengamalan lapangan ini sebagai upaya untuk mencetak alumni yang berkualitas dan siap mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat. harapannya, pengalaman berharga ini akan menjadi bekal penting bagi para santri dalam mengarungi dunia pendidikan di masa depan.
]]>
Kab.Semarang – Selasa (08/10/2024) Pondok Pesantren Darul Amanah di Bedono terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan santrinya. Tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga dalam keterampilan non-akademik. Salah satu program unggulan yang rutin di laksanakan setiap pekan adalah kegiatan Ruang Retorika yang sering kita sebut Muhadhoroh. Ekstrakurikuler ini bertujuan untuk melatih para santri dalam seni berbicara di depan umum. Hal tersebut juga dapat memperkuat mentalitas dan rasa percaya diri mereka.
Muhadhoroh merupakan salah satu kegiatan penting di Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono yang d iikuti oleh seluruh santri. Setiap minggunya, santri secara bergantian mendapat kesempatan untuk tampil di hadapan teman-teman mereka dan di dampingi oleh para murokib. Dalam kegiatan ini, santri di ajarkan menyampaikan pidato, ceramah, atau berorasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sekaligus mengasah keterampilan retorika mereka.
Menurut Ustadz Faiq Al Faruq salah satu pembimbing kegiatan Muhadhoroh, program ini bukan hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga menumbuhkan mentalitas santri yang kuat.
“Di era modern ini, santri perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, baik untuk berdakwah maupun untuk kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini di rancang untuk menyiapkan santri menghadapi tantangan masa depan. Dalam menghadapinya tentunya dengan bekal pengetahuan agama dan kemampuan berbicara yang mumpuni,” ujarnya.
Tidak hanya bermanfaat untuk santri yang tampil( mutakallim), Muhadhoroh juga memberikan pelajaran bagi santri yang menjadi pendengar. Mereka belajar untuk menghargai pendapat orang lain, memahami cara penyampaian pesan yang baik. Selain itu santri juga mendapatkan inspirasi dari berbagai materi yang disampaikan.
Santri-santri yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam Muhadhoroh akan mendapatkan penghargaan dari Haiati isyrofil lughoh yaitu divisi yang menaungi kegiatan ini. Hal ini di maksud untuk mendorong mereka untuk terus meningkatkan kemampuan. Kegiatan ini juga di nilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian santri dalam berbicara di depan publik.
melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darul Amanah semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya paham agama. akan tetapi melalui kegiatan ini santri juga mampu berkontribusi di masyarakat dengan kemampuan komunikasi yang baik.
]]>Sekolah sepak bola di pesantren Darul Aamanah Bedono ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di kabupaten semarang. Proyek ini merupakan kolaborasi antara pengurus pesantren dan pelatih sepak bola berpengalaman yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan sepak bola yang berkualitas kepada para santri.
Pendiri pesantren, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari kesadaran akan pentingnya mengembangkan potensi anak-anak dalam berbagai bidang, termasuk olahraga. “Sebagai lembaga pendidikan, kami ingin memberikan kesempatan kepada santri kami untuk berkembang secara menyeluruh, baik dalam akademik maupun olahraga. Sekolah sepak bola ini adalah wujud dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan yang holistik kepada para santri,” ujar Kiai Ahmad Mustafidin, S.Pd,M.S.I
Sekolah sepak bola di pesantren ini menawarkan program pelatihan sepak bola yang komprehensif. Para santri yang bergabung dengan sekolah ini akan menerima pelajaran teknik dasar sepak bola, strategi permainan, dan kondisi fisik yang optimal. Mereka juga akan dibekali dengan pemahaman tentang etika dan nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.
Sekolah sepak bola ini bukan hanya untuk santri yang bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional, tetapi juga untuk mereka yang ingin menjalani gaya hidup yang sehat dan aktif. Pesantren berharap bahwa program ini dapat menginspirasi para santri untuk menjadikan olahraga sebagai bagian yang integral dari kehidupan sehari-hari mereka.



Pelatih kepala sekolah sepak bola Ponpes Darbe, menjelaskan bahwa pesantren memberikan lingkungan yang ideal untuk mengembangkan bakat sepak bola para santri. “Di pesantren, kami memiliki fasilitas yang memadai dan waktu yang cukup untuk melatih para santri. Kami juga menekankan pada pendekatan yang holistik, memperhatikan perkembangan emosional dan spiritual mereka. Hal ini akan membantu mereka menjadi pemain sepak bola yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik pula,” ujar Andi Wahyudi.
Adanya progam ini menjadi terobosan baru agar generasi penerus bangsa terlebih khusus anak-anak yang beranjak dewasa agar tertarik dengan pondok pesantren, sebab di abad 21 ini, sudah banyak studi kasus anak remaja yang melakukan tindakan kriminal, dengan sebab kurang nya perhatian dan dukungan ilmu agama yang mewadai serta lingkungan yang tidak sehat.
Diharapkan bahwa sekolah sepak bola di pesantren ini akan menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia. Kombinasi antara pendidikan agama yang kuat dengan pendidikan olahraga yang komprehensif dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan generasi muda Indonesia.
]]>Ustadz H. Nasiruddin yang kerap disapa Abah Nasir menyampaikan sambutanya. Hadirnya kami di sini dengan tujuan untuk menyerahkan para calon pengabdian baru tahun 2023. Semoga alumni Ponpes Darul Amanah Sukorejo dan sekolah lainnya, mampu memberikan kontribusi yang positif dalam mengamalkan ilmunya.
Lalu dalam kesempatan ini Kyai Ahmad Mustafidin, S.Pd, M.S.I. Beliau menyampaikan rasa syukur atas kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kenikmatan dan kesehatan.
Oleh karena itu kami menyambut dengan sangat baik atas hadirnya pengabdian baru di tahun 2023 ini. Harapan kami agar semuanya mampu menyesuaikan diri dan benar-benar komitmen untuk mengabdi kepada Allah SWT melalui wasilah perjuangan di Ponpes Darul Amanah Bedono ini.
Dengan izin Allah, kami mempunyai progam pendididikan berkelanjutan,pengabdian baru ini akan menerima fasilitas kuliah strata 1 (S1) dan jika memungkinkan kami berharap bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu strata 2 (s2) dan juga S3.
Sambutan dari Ketua Yayasan Darul Amanah Bedono. Beliau menyampaikan bahwa kita harus berjuang demi Agama Allah guna memajukan serta mengembangkan Ponpes Darul Amanah Bedono yang baru beridiri 2 tahun ini. Ujar Bapak Setiarto. (Penulis Andi.W)
]]>Dengan adanya kegiatan ini hati kita bisa lebih tenteram karena mengingat Allah SWT. Keberkahan akan selalu bertambah dalam setiap ucapan dan tindakan, dengan berdzikir. Selain itu, rasa syukur akan selalu bertambah dengan mengingat nikmat yang Allah berikan kepada kita tiada henti dan tak terbatas. Ujar Rendy/Santri. Seperti firman Allah dalam surah Al Anfal ayat 72 sebagai berikut:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”.
Dalam hal ini yang dimaksud lindung melindungi Ialah: di antara muhajirin dan anshar terjalin persaudaraan yang Amat teguh, untuk membentuk masyarakat yang baik. Demikian keteguhan dan keakraban persaudaraan mereka itu, sehingga pada pemulaan Islam mereka waris-mewarisi seakan-akan mereka bersaudara kandung. Mujahadah atau sering disebut juga Istighotsah, yang dilaksanakan setiap pekan ini merupakan salah satu agenda wajib santri Darul Amanah Bedono.
Mujahadah berasal dari kata “jaahada-yujaahidu” Yang berarti kesungguhan, atau berjuang dengan sungguh-sungguh.
Tokoh masyarakat Bapak Suminto menyampaikan bahwa mujahadah itu merupakan kesungguhan kita dalam taqarrub kepada Allah. Lain daripada itu kami juga berharap agar Allah memberikan ketenangan dan kenyamanan di dalam hati para santri dalam belajar. Serta kenyamanan dan ketentraman untuk masyarakat sekitar pondok.
Alhamdulillah kita masih mendapatkan suatu kenikmatan yang luar biasa sehingga dapat bertemu dalam kesempatan pada malam hari ini. Ibarat tubuh yang selalu membutuhkan makanan sehari tiga kali, agar tubuh sehat dan bisa beraktivitas yang positif. Begitupula ruhani kita membutuhkan asupan berupa dzikir kepada Allah, yang dapat menggerakkan hati menjadi lembut sebagaimana sifat al-Latif. Sifat penuh kasih sayang sebagaimana sifat Allah “ar-Rahman dan ar-Rahim” dan juga sifat-sifat Allah yang lain untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan kadar kehambaan kita.

Oleh karena itu, sebagaimana pernyataan oleh Kiai Ahmad Mustafidin, bahwa dengan kita melakukan mujahadah atau Istigotsah, berarti segala permohonan dan bantuan hanya tertuju kepada Allah SWT semata, sedang kepada manusia hanya sebatas wasilah/perantara.
Kita berharap semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada Pimpinan Ponpes Darul Amanah Bedono, Kiai Ahmad Mustafidin, S.Pd, M.S.I, ustadz/zah, santri dan masyarakat setempat. Amin. (Penulis/Andi Wahyudi).
]]>Pengurus IPDA masa khidmat 2022/2023 berjumlah 75 santri. Jumlah tersebut terdiri dri 40 santri putra, 35 santri putri. Dalam rangka mengawali perjalanan kepengurusan, IPDA gelar sidang komisi bersama dewan pembina.
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Makkah tersebut, memiliki poin penting untuk memberikan pengertian mendalam kepada pengurus IPDA tentang job desc dari masing-masing bagian.
Setelah itu, bersama dengan dewan pembina, masing-masing komisi merumuskan program kerja per-bagian. Program tersebut yang akan mereka laksanakan dalam kurun waktu satu tahun mendatang. Harapannya, program yang yang telah terintegrasi dengan cita-cita besar pesantren, mampu terlaksana dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemajuan Pesantren.
“Kalian adalah ujung tombak kemajuan pesantren. Amanah yang telah kalian terima, adalah nikmat yang harus kalian manfaatkan, dan kalian laksanakan”. Tutur Ustadz Fina Ni’amul Mahbub, S.Pd. dalam sambutannya.
Lanjutan dari sidang komisi ini adalah pleno pada pekan depan.
Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono, dalam hal ini, berupaya untuk ikut membentuk kader-kader NU. Dengan menyelenggarakan organisasi IPNU-IPPNU di pesantren.
IPNU-IPPNU di sekolah, madrasah, maupun pesantren, merupakan komisariat yang bergerak dalam sebuah lembaga.
“Kalau di lembaga pendidikan umum, biasanya bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Sedangkan kita ini lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga OSIS nya langsung memakai organisasi badan otonom NU tingkat pelajar. Yaitu IPNU-IPPNU.” Tutur Kyai Ahmad Mustafidin, Pimpinan Pesantren Darul Amanah Bedono
“Pesan kyai, setiap santri Darul Amanah harus ‘siap memimpin dan siap dipimpin’. Artinya kelak di masyarakat harus siap jika kapan saja ditunjuk menjadi pemimpin. Begitu juga sebaliknya, jika ada orang lain yang menjadi pemimpin harus ditaati dan didukung. Serta tidak ada alasan untuk menjatuhkan atau makar kepada pemimpin yang sah. walau dalam kondisi apapun.” Lanjut Beliau.

Rabu (9/2/22) Komisi Pemilihan umum Santri (KPS) Darul Amanah Bedono, gelar pemilihan umum ketua IPNU-IPPNU di aula pesantren.
Dalam proses pemilihan ketua IPNU-IPPNU, langkah pertama, pemilihan bakal calon, setelah ditetapkan calon, selanjutnya pemilihan ketua dan wakil ketua IPNU-IPPNU.
Hadir dalam pemilihan kali ini adalah, seluruh santri, dewan asaatidz dan juga pimpinan pesantren, Kyai Ahmad Mustafidin, S.Pd.I, M.S.I. beserta istri, Nyai Riva Noor Hanifah.
Dari hasil pemilu tersebut, terpilihlah rekan Latiful Khafidz sebagai ketua IPNU dan rekan Rasya Briyan Ramanda sebagai wakil ketua IPNU. Sedangkan dari IPPNU, terpilih rekanita Talita Yasmin Azizah sebagai ketua IPPNU dan rekanita Rosyidatul ‘Aliyah sebagai wakil ketua.
Dalam sambutannya, Kyai Ahmad Mustafidin, S.Pd.I., M.S.I. menyampaikam harapan, agar kedepannya organisasi ini berjalan dengan baik, berkembang dan terus melahirkan kader-kader NU yang luar biasa. Semoga para santri kelak menjadi pemimpin yang adil. Baik pemimpin masyarakat, pemimpin ummat, pemimpin pemerintahan dan sebagainya. Di manapun selalu bisa menjadi teladan, panutan, serta menjadi agent of social change.
Rencananya, pelantikan IPNU-IPPNU komisariat ponpes Darul amanah Bedono, akan di laksanakan pada hari Ahad, 13 Maret 2022 mendatang oleh Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kab. Semarang. Bersamaan dengan Pengukuhan pengurus yayasan dan peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang akan di hadiri oleh Rois Syuriah PWNU jateng, KH. Ubaidillah Shodaqoh dari Semarang.
]]>