SANTRI OPO WAE ISO, ISO OPO WAE.

Haflah akhirussanah tahun 2023 ini dilaksanakan selama dua hari. Pertama, pagelaran seni kreasi santri Pondok Pesantren Darul amanah Bedono, dilaksanakan pada hari Sabtu malam Ahad, tepatnya pada tanggal 17 Juni 2023.
Antusias ribuan warga Bedono menghadiri acara tersebut sungguh sangat luar biasa.

Lalu sambutan dari salah satu donatur Ponpes Darul Amanah Bedono Hj Nur Wulandari. Di mana sebelumnya telah wakaf bangunan masjid senilai 400juta, dan dilanjutkan dengan perluasan Masjid dengan nilai 200juta pada tahap keduanya.
Beliau menyampaikan ungkapan kepuasannya ikut dilibatkan dalam perjuangan merawat Islam melalui penyediaan sarana ibadah dan pendidikan di pesantren ini.

Di sela-sela itu, nampak ada tampilan dari santri pondok pesantren Darul Amanah Bedono, di antaranya ada Da’i kecil, yang membawakan tema birul walidain, dilanjut dengan comedy santri putra, yang menjadikan penonton tertawa, hingga selogan Santri “Opo Ae Iso, Iso Opo Wae,” ini memang betul-betul terbukti nyata.
Tak kalah meriahnya, pada puncak pentas seni tersebut juga diguncangkan dengan penampilan bintang tamu yaitu Hj. Wafiq Azizah dan Emirates Band dari kota Magelang yang ikut menghangatkan acara tersebut.

Kedua, pada hari kedua Haflah Akhirusanah dilaksanakan pada hari Ahad pukul 13.09 WIB, yang di isi kegiatan wisuda tahfidz Qur’an dan wisuda kitab kuning, dan diakhiri dengan tausiyah oleh dua ulama.

Di sela-sela wisuda ada tampilan paduan suara yang menyanyikan lagu mars oh pondokku dan ku ingin menjadi hafidz quran.
Tampilan mereka ini sungguh menggetarkan hati para tamu undangan.

Cucuran air mata kebahagiaan mengalir deras menyelimuti suasana pada malam itu, khususnya bagi para walisantri yang anak-anaknya ikut wisuda.

Sebelum wisuda dimulai, Qosidah santri tampil anggun nan menawan menyambut kedatangan hadirin, Lalu yang sangat menarik dari prosesi wisuda tahfidzul quran adalah dilaksanakan per juz. Santri yang wisuda juz 1, juz 2, juz 3 hingga juz 8 semuanya maju ke depan. Upacara wisuda tersebut dipandu oleh ustadz Muhamad Fahrururozi Asyari, sedangkan Wisuda Kitab Kuning dipandu oleh Ustadz Prasetyo Laksono.

Pimpinan pesantren memberikan sambutan serta motivasi tentang betapa berartinya pesantren sebagai wadah berkmah untuk pengembangan ilmu bagi beliau. Bahkan beliau menggangap dirinya juga sebagai santri yang mengabdi di lembaga ini. Pengabdian untuk ilmu keislaman inj adalah sarana ibadah kepada Allah. Sehingga seluruh kemampuannya Abi Ahmad Mustafidin dihabiskan secara lahir dan batin untuk berjuang demi pondok pesantren tercinta ini.

Tausiyah pertama disampaikan oleh KH. Nuryasin dari Pageruyung Kendal.
Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan pentingnya menitipkan anak di pesantren yang mengajarkan kitab kuning, tahfidz Quran, bahasa asing dan bahkan sekolah formal sekaligus.
Tidak semua pesantren menerapkan sistem yang lengkap seperti ini. Bahkan pembiasaan disiplin tanpa harus ada ancaman dan hukuman ini sudah diberlakukan di pesantren ini. Maka para walisantri harus mendukung program pesantren ini dengan ikut berdakwah mengajak saudara atau tetangga untuk memondokkan anaknya di sini.

Berikutnya tausiyah kedua disampaikan oleh ketua PCNU Kabupaten Temanggung, KH. Muhammad Furqun. KH Furqan menerangkan dengan runut sanad keilmuan Pimpinan Pesantren Darul Amanah Bedono, dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada Kyai Ahmad Mustafidin, yaitu urutan ke 46. Oleh karena itu menunjukkan bahwa Kyai kita ini sudah tidak diragukan lagi sumber ilmu yang kuasainya. Menurutnya, sanad Kyai Mustafidin bertemu pada bapak kandung KH. Muh. Furqon. Di mana bapak kandung Kyai Ahmad Mustafidin yang bernama Kyai Muslikhin bin Abdul Qohar Syawal bin Pawiro ini pernah nyantri di pesantren KH. Masyhuri Prapak Temanggung, yang sekarang dipimpin oleh KH. Furqon. Di atasnya lagi adalah guru bliyau dari Rembang, dan terus ke atas nyambung sampai kepada gurunya KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU. (Penulis/Halim).

Related Post