PON. PES. DARUL AMANAH BEDONO KAJIAN Keutamaan Ilmu dalam Islam: Hadits-Hadits Pilihan

Keutamaan Ilmu dalam Islam: Hadits-Hadits Pilihan

Kyai Ahmad Mustafidin, S.Pd.I., M.S.I menyampaikan kajian ramadhan di Masjid Annur di hari ke-6 bulan ramadhan. Hadir dalam majlis tersebut seluruh santri Darul Amanah Bedono beserta jajaran Assatidz. Abi, sapaan akrab dari Kyai Ahmad Mustafidin menyampaikan beberapa hadits tentang ilmu secara jelas dan tegas. Hadits-hadits yang beliau sampaikan yaitu dalam rangka memberi motivasi kepada seluruh santri Darul Amanah Bedono. Beliau menyampaikan beberapa hadits antara lain

Mencontohkah perbuatan yang baik

من سن سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة ومن سن سنة سيئة كان عليه مثل وزر من عمل بها من غير ان ينقص من أوزارهم شيء

Artinya, “Siapapun orang yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik  yang diamalkan oleh orang lain setelahnya. Maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang lain yang telah melakukan perbuatan baik tersebut tanpa mengurangi pahala orang-orang yang telah melakukannya. Siapun orang yang mencontohkan suatu perbuatan yang jelek. Maka ia mendapat dosa sebanyak dosa orang lain yang telah melakukan perbuatan jelek tersebut. Hal tersebut tanpa mengurangi dosa orang-orang yang telah melakukannya.

Dari redaksi hadis di atas, al-Suyūṭi berkesimpulan bahwa sunnah ḥasanah atau perbuatan baik dalam hadis di atas adalah perbuatan baik yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran maupun hadis. Sehingga maksud dari hadis di atas adalah bukan menciptakan sunnah baik atau buruk, melainkan menciptakan atau memulai perbuatan baik yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Sehingga batasannya adalah sesuai koridor agama atau tidak.

Misalnya, bagi para pencuri, perbuatan yang baik menurut dia adalah mencuri, tetapi mencuri bertentangan dengan agama, maka bukan termasuk perbuatan baik menurut hadis di atas.

Menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّة

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga  (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Menempuh jalan ilmu bisa bermakna secara fisik (pergi ke majelis ilmu) maupun secara maknawi (belajar, membaca, dan memahami ilmu).

Allah akan memudahkan jalan ke surga bagi penuntut ilmu karena ilmu adalah kunci ibadah yang benar, menjauhkan dari kesesatan, dan menjadi sebab datangnya hidayah. Selain itu, ilmu mengangkat derajat seseorang di sisi Allah dan makhluk-Nya.

menuntut ilmu adalah ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah dan menjadi sarana untuk meraih surga. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas.

Sebaik baik manusia adalah orang mukmin yang ‘alim

 أفضل الناس المؤمن العالم الذي إن احتيج إليه نفع وإن استغني عنه أغنى نفسه 

“Seutama-utama manusia adalah orang mukmin yang ‘alim (berilmu) yang jika ia dibutuhkan maka ia bermanfaat, dan jika ia tidak dibutuhkan maka ia mencukupkan diri”.

Hadits ini menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah seorang mukmin yang memiliki ilmu (‘alim). Maksud dari Ilmu tersebut adalah ilmu yang bermanfaat. Terutama ilmu agama yang dapat membimbing dirinya dan orang lain menuju kebaikan.

Seorang mukmin yang berilmu memiliki dua keutamaan:

  1. Bermanfaat bagi orang lain – Ketika ada yang meminta bantuannya, ilmunya dapat memberikan solusi, bimbingan, dan manfaat bagi masyarakat.
  2. Mencukupkan diri ketika tidak dibutuhkan – Ia tidak mencari popularitas atau mengharapkan penghormatan, tetapi tetap menjaga dirinya dengan ilmu dan amal.

Hadits ini mengajarkan bahwa ilmu harus disertai dengan keimanan dan akhlak yang baik agar benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Orang yang paling dekat dengan Nabi adalah orang yang berilmu dan berjihad

أقرب الناس من درجة النبوة أهل العلم والجهاد : أما أهل العلم فدلوا الناس على ما جاءت به الرسل وأما أهل الجهاد فجاهدوا بأسيافهم على ما جاءت به الرسل ”

“Orang yang paling dekat dengan derajat kenabian adalah ahi ilmu dan jihad. Adapun ahli ilmu maka mereka menunjukkan manusia atas apa yang para rasul bawa. Sedangkan ahli jihad, mereka berjuang dengan pedang (senjata) mereka atas apa yang di bawa oleh para rasul”

Hadits ini menjelaskan bahwa dua golongan yang paling dekat dengan derajat kenabian adalah ahli ilmu dan ahli jihad.

  1. Ahli ilmu – Mereka berperan dalam menyebarkan dan menjelaskan ajaran para rasul, membimbing manusia kepada kebenaran, serta menjaga kemurnian agama dengan ilmu yang mereka miliki.
  2. Ahli jihad – Mereka berjuang mempertahankan agama dan melindungi umat Islam dari ancaman, sehingga ajaran para rasul tetap tegak dan dapat siapapun bisa mengamalkan dengan aman.

Hadits ini menunjukkan bahwa ilmu dan jihad adalah dua pilar utama dalam menjaga dan menegakkan agama Islam. Ilmu menjadi cahaya yang membimbing, sedangkan jihad menjadi benteng yang melindungi ajaran Islam.

Tinta Ulama akan ditimbang dengan darah syahid

 يوزن يوم القيامة مداد العلماء ودماء الشهداء ”

“Pada hari Kiamat, tinta ulama itu di timbang dengan darah orang-orang yang mati syahid”.

Hadits ini menunjukkan kemuliaan ilmu dan jihad dalam Islam. Pada hari Kiamat, tinta para ulama yang berguna untuk menulis dan menyebarkan ilmu, akan ditimbang dengan darah para syuhada, yang berjuang membela agama dengan nyawa mereka.

Hal ini menegaskan bahwa:

  1. Ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi, karena melalui ilmu, ajaran Islam tersebar dan terjaga keasliannya.
  2. Jihad juga memiliki keutamaan besar, karena para syuhada mengorbankan jiwa mereka demi menegakkan agama.
  3. Kedua amal ini saling melengkapi, di mana ilmu membimbing umat, dan jihad menjaga serta mempertahankan kebenaran Islam.

Hadits ini mengajarkan bahwa menuntut ilmu dan menyebarkannya adalah amal yang sangat mulia. Bahkan berbanding dengan pengorbanan besar seperti jihad di jalan Allah.

Related Post